Tanggal 19-20 Oktober 2019 Klub Blogger dan Buku Backpaker Jakarta (KUBBU BPJ) mengadakan trip ke Pangalengan, Jawa Barat. Dipilihnya tempat ini selain untuk refreshing, tempat ini juga memiliki bentang alam yang indah.

Tempat yang akan dikunjungi di Pangalengan adalah Sunrise Point Cukul, Kebun Teh Malabar dan Rumah Bosscha, serta Situ Cileunca.

Peserta trip harus sudah stand by di mepo yaitu Sekretariat BPJ Cawang, pada hari Jumat pukul 23.00 karena bus akan berangkat pukul 12 malam. Peserta yang mengikuti trip ini sekitar 32 orang termasuk 2 PIC trip. Syukurlah peserta sangat ontime sehingga trip bisa berangkat sesuai jadwal menuju ke Pangalengan.

Menikmati Sunrise Point Cukul

Tujuan pertama kami langsung ke Sunrise Point Cukul. Dengan berangkat jam 12 malam diharapkan kami bisa sampai di lokasi sebelum matahari terbit. Namun, realitanya tidak sesuai ekspektasi kami.

pemandangan sunrise point cukul pangalengan - kubbu
Indahnya pemandangan di Point Cukul | pic by @wira.depe

Rombongan baru sampai di lokasi sekitar jam 6 pagi. Di mana matahari sudah lumayan tinggi. Namun, walaupun begitu peserta tetap semangat untuk melihat keindahan pemandangan di Point Cukul ini. Peserta diberi waktu hingga pukul 9 untuk menikmati pemandangan, berfoto dan sekalian sarapan.

Kebun Teh Malabar dan Rumah Bosscha

Tujuan kedua kami adalah Kebun Teh Malabar. Perkebunan dengan luas 2000 Hektar ini dulunya dikembangkan oleh Karel Albert Robert Bosscha, pendiri Institut Teknologi Bandung dan Observatorium Bosscha. Kini Kebun Teh Malabar berada di bawah PT. Perkebunan Nusantara VIII.

Untuk menikmati perkebunan ini peserta harus berjalan menanjak, tapi tentu saja perjalanan ini akan sebanding dengan pemandangan yang tersaji. Hamparan luas daun teh yang hijau dan udara sejuk menjadi pesona tempat wisata ini.

kebun teh malabar wisata pangalengan - kubbu.net
Perkebunan Teh Malabar | pic by @wira.depe

Karena sudah dekat dengan Rumah Bosscha, kami memutuskan untuk mampir sekalian ke sana. Sebagai orang yang berjasa untuk perkebunan, Rumah Bosscha dijadikan salah satu objek wisata di Kawasan Malabar. Rumah Bosscha masih mempertahankan keaslian bangunan rumah, hingga perabotan yang ada di dalamnya.

Untuk masuk ke Rumah Bosscha, peserta dikenakan biaya Rp.5000 per orang. Di sana ada guide yang menceritakan tentang perjalanan hidup Bosscha serta bagian-bagian rumah. Bahkan ruangan yang dijadikan kamar oleh Bosscha masih ada hingga saat ini.

rumah bosscha wisata pangalengan - kubbu.net
Rumah Bosscha | pic by @wira.depe

Karena kunci kamar Bosscha dibawa oleh petugas yang tidak masuk, jadinya kami tak dapat melihat kamar tersebut. Ya inilah resiko melakukan kunjungan mendadak.

Penginapan – Istirahat

Waktu menunjukan pukul 12 siang, waktunya kami makan siang. Kami mencari tempat makan yang searah dengan penginapan. Waktu itu yang bisa ditemukan hanyalah warung ayam bakar dan ayam penyet, kami pun makan siang di sini.

Sekitar pukul 2 siang perjalanan dilanjutkan ke penginapan. Sesampai di penginapan para peserta berebutan untuk mandi. Ya harap maklum, dari pagi belum mandi, badan terasa lengket.

Selesai mandi tidak ada jawdal apa-apa, semua dibebaskan. Ada yang ke pasar dekat penginapan untuk jajan, ada juga yang hanya tiduran saja di penginapan.

Beberapa teman yang dari pasar membawa oleh-oleh rujak, buah, hingga kerang yang dimakan bersama sembari bercanda dan main uno.

Selepas magrib kami makan di penginapan dengan menu yang sudah disediakan oleh PIC. Setelah acara makan malam peserta dikondisikan untuk kumpul di ruang tamu untuk sesi mengakrabkan diri. Tadinya mau main di halaman penginapan, apadaya di Villa sebelah sedang ada dangdutan. Jadi kami nggak bisa mendengar suara teman lain.

Acara dimulai dengan berkenalan sambil bermain games menghafal nama dan asal. Peraturan permainannya adalah akan ada satu orang yang mulai menyebutkan nama dan asal, lalu orang berikutnya akan menyebutkan nama dan asal dirinya sendiri plus orang yang disebelahnya tadi. Orang ketiga pun harus menyebutkan nama dan asal dirinya sendiri, plus 2 teman di sebelahnnya, dan begitu seterusnya sampai semua peserta selesai.

Permainan menghafal nama dan asal berakhir pukul 9 malam. Beberapa teman langsung masuk kamar karena kelelahan. Sedangkan yang kebanyakan energi masih ramai bercerita, tanpa sadar membuat kami semua semakin akrab.

Menjelang pukul 11 malam, hampir semua peserta sudah tidur untuk bangun subuh dan mengejar matahari terbit di Situ Cileunca.

Situ Cileunca

Di Minggu pagi, kira-kira pukul 5 pagi beberapa peserta sudah bersiap ke Situ Cileunca. Kebetulan letak penginapan dekat dengan lokasi, sehingga untuk ke sana bisa dengan berjalan.

Di sana kami langsung disuguhi pemandangan matahari terbit dengan kapal-kapal nelayan di pinggiran Situ yang indah. Kesempatan itu digunakan peserta untuk mengambil foto.

situ cileunca wisata pangalengan - kubbu
Sunrise di Situ Cileunca | pic by @wira.depe

Kami juga dapat menyebrangi Situ Cileunca dengan menyewa kapal nelayan. Berkeliling Situ menaiki perahu dan melihat pemandangan sekitar menjadi pengalaman pagi yang mengesankan. Kami juga bisa melihat aktivitas nelayan yang sedang menjaring ikan di pagi hari.

Selain menikmati pemandangan sekitar, biasanya dengan menyewa kapal pengunjung pun akan diantar ke Jembatan Cinta.

Sekitar pukul 8 pagi peserta kembali ke penginapan untuk mandi, sarapan dan beres-beres pulang. Bus bertolak dari Pangalengan pukul 10 pagi untuk kembali ke Jakarta.

Pangalengan memang salah satu tempat wisata yang cocok untuk menyepi sejenak dari keramaian ibukota. Sungguh pengalaman singkat yang menyenangkan, bisa refreshing dan mengenal lebih dekat teman-teman KUBBU.

Nah, untuk kubbers yang butuh liburan dan menyukai hawa sejuk dengan pemandangan hijau. Pangalengan bisa menjadi salah satu pilihan tempat berlibur yang menyenangkan lho.

Selamat berlibur, Kubbers 🙂

 

Ditulis oleh: Leni Febriyanti 
Editor: Antin Aprianti

1 COMMENT

  1. Hemmm kalau inget trip ini. Trip kubbu yang udah kebayang serunya. Duh sayang batal ikut. Terimakasih kak antin ulasannya, aseli bikin iri tapi sudahlah…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here