Cerita Pendakian Gunung Sindoro Via Alang-Alang Sewu

0
88
pendakian gunung sindoro kala malam

Pendakian umumnya merujuk pada perjalanan panjang dan penuh semangat yang biasanya melewati jalan kecil di area pedalaman. Di Indonesia, pendakian ini identik dengan perjalanan menuju puncak gunung.

Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh klub-klub pecinta alam. Ada kalanya dalam pendakian, perjalanan harus melalui hutan lebat, atau harus memotong semak-semak untuk membuat jalur agar bisa dilewati. Biasanya, pendakian bisa menghabiskan waktu lebih dari satu hari perjalanan.

Pada kali ini saya dan kedua teman, Akin dan Vania Lie ingin membagikan cerita kami ketika melakukan pendakian Gunung Sindoro di Jawa Tengah.

Rencana dan Hari Keberangkatan

Sebenarnya pendakian Gunung Sindoro ini harusnya berenam, tetapi ada hal lain yang mengakibatkan ketiga teman kami tidak bisa ikut. Memang disayangkan, mereka sudah memesan tiket dan harus merelakannya. Kami pun memutuskan untuk tetap pergi walau hanya bertiga saja.

Sabtu, 28 Desember 2019 pukul empat sore saya dan Akin berangkat menuju Terminal Poris Plawad yang berada di Kota Tangerang. Tak butuh waktu lama, lima belas menit kemudian kami sudah sampai.

Kami bergegas ke loket pembelian tiket Bus Sinar Jaya. Saat itu harga tiket yang kami pesan Rp.100.000 untuk Ekslusif Bisnis AC. Oh ya, untuk tiketnya kami pesan sudah pesan di salah satu aplikasi penjualan tiket online. Jadi di terminal tinggal menukarkan tiketnya saja, lebih cepat dan praktis.

Pukul 16.45 Vanila Lie datang, akhirnya yang kami tunggu sejak tadi muncul juga. Kami berbincang-bincang sebentar, lalu naik ke bus. Tepat puku 17:00 bus pun jalan menuju Terminal Mendolo di Wonosobo Jawa Tengah.

Esoknya kami membicarakan bagaimana kelanjutan pendakian Gunung Sindoro ini, tetap lanjut atau ganti tujuan. Namun setelah perbincangan panjang, akhirnya kami sepakat tetap melakukan pendakian Gunung Sindoro.

Perjalanan Dari Terminal Mendolo ke Basecamp

Sekitar pukul 06:00 kami tiba di Terminal Mendolo, Wonosobo, Jawa Tengah. Dari sini kami melanjutkan perjalanan ke Basecamp Gunung Sindoro Via Alang-alang Sewu. Untuk memudahkan perjalanan, kami menyewa mobil sampai basecamp Alang-alang sewu.

Sampai di basecamp Alang-alang sewu kami mengurus simaksi untuk pendakian. Semua barang-barang yang kami bawa diperiksa. Oh ya, untuk pendakian Gunung Sindoro ini dilarang membawa tisu basah dan musik box.

Saat itu untuk simaksi dikenakan tarif Rp.15.000 per orang dan untuk peta Rp.5.000. Setelah urusan simaksi selesai kami mencari sarapan terlebih dahulu, kemudian bersiap-siap untuk melakukan pendakian Gunung Sindoro.

Tracking Pendakian Gunung Sindoro

siap pendakian gunung sindoro

Kami memulai pendakian awal menuju batas Vegasi. Kami berangkat sekitar pukul 08:15 dengan menaiki ojek. Dengan naik ojek, kami bisa menghemat waktu.

Perjalanan yang harusnya kami habiskan sekitar satu sampai satu setengah jam, dengan naik ojek cukup lima belas menit saja. Saat itu harga ojeknya Rp.20.000 per orang.

Pukul 08:30 kami memulai pendakian ke pos 1, masih permulaan dan masih semangat. Hanya perlu 30 menit untuk kami sampai di pos 1. Sebelum melanjutkan perjalanan ke pos 2, kami sempat beristirahat terlebih dahulu sebentar.

Berbeda dengan perjalanan awal, untuk sampai ke pos 2 kami membutuhkan waktu satu jam. Ya tentu saja karena kami banyak istirahatnya.

Di pos 2 ini kami cukup lama, beristirahat dan memakan makanan yang telah kami beli di basecamp. Belum lagi diselingi dengan obrolan dan candaan, sampai-sampai tak terasa hari semakin siang. Kami pun melanjutkan pendakian ke pos 3.

Perjalanan menuju pos 3 memakan waktu sekitar dua jam. Dan, di sinilah tempat camp via Alang-alang Sewu. Kami beristirahat sebentar kemudian lanjut mencari tempat untuk camp.

Di saat mencari-cari tempat yang enak untuk camp, kami bertemu dua laki-laki yang sedang mencari tempat camp juga. Kami pun berkenalan dengan Mas Robby dan Mas Dedy Wahyudi.

Setelah menemukan tempat yang cocok untuk memasang tenda, kami memasang tenda lalu bersiap memasak untuk makan sore dan makan malam. Lalu lanjut tidur agar bisa bangun dini hari.

Summit Attack Puncak Gunung Sindoro

Senin, 30 Desember 2019 tepat pukul tiga dini hari kami bangun dan bersiap melakukan summit attack ke puncak Gunung Sindoro. Pukul 03:30 kami memulai perjalanan menuju puncak Gunung Sindoro 3.153 MDPL. Memulai perjalanan dengan pelan dan semangat untuk sampai di atas puncak Gunung Sindoro.

puncak gunung sindoro
Pemandangan di Puncak Gunung Sindoro

Setelah berjalan sekitar satu jam setengah kami sampai di pos 4 Labirin Stone, sampai di sini kami beristirahat sejenak dan berfoto-foto terlebih dahulu. Maklum selama perjalanan kami jarang sekali foto-foto.

Pukul 08:00 kami sampai di Puncak Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.153 MDPL. Sayangnya kami tak bisa berlama-lama di sini, kami harus mengejar tiket bus yang sudah dipesan untuk pulang ke Tangerang.

Jika diuraikan, waktu yang kami tempuh untuk pendakian Gunung Sindoro seperti ini:

  • Basecamp – Pintu Rimba (Naik Ojek): 10 – 15 Menit
  • Pintu Rimba – Pos 1 : 30 Menit
  • Pos 1 – Pos 2 : 60 – 90 Menit
  • Pos 2 – Pos 3 : 120- 150 Menit
  • Pos 3 – Pos 4 : 60 – 90 Menit
  • Pos 4 – Puncak : 120 – 180 Menit

*Itinerary ini bisa lebih cepat atau lebih lama, hal tersebut tergantung kamu dan tim pada saat pendakian.

Kembali Pulang

Kami bergegas kembali ke tempat camp, lalu kami makan dan packing lagi untuk turun ke basecamp. Tepat pukul 12:35 WIB kami memulai perjalanan turun ke basecamp. Saat kami memulai perjalanan, cuaca mulai mendung dan tak lama turun hujan dengan derasnya serta diiringi suara petir.

Di saat yang lain memakai jas hujan, saya dan Akin malah lupa menaruh jas hujan di mana. Alhasil kami berdua kehujanan parah. Menjadi pelajaran penting juga nih, ketika naik gunung jangan lupa membawa jas hujan dan menaruhnya dengan baik.

Setelah melalui perjalanan panjang dan menerjang hujan, kami sampai juga di basecamp sekitar pukul 14:30 WIB. Kedaan kami mengkhawatirkan, kotor dan basah karena hujan. Kami pun bersih-bersih dan bersiap menunggu mobil jemputan.

Kemudian kabar kurang mengenakan itu tiba, mobil jemputan yang sudah kami pesan terjebak macet. Ini sudah pukul setengah empat, sedangkan bus yang kami pesan akan berangkat pukul empat sore.

Kami pun memutuskan menyewa ojek di basecamp untuk mengantarkan kami ke terminal Mendolo. Syukurlah kami memilih naik ojek, sehingga tepat pukul empat kami sudah sampai di terminal dan mengurus tiket dan masuk bus. Berbeda dengan saat berangkat, saat pulang memesan bus Pahala Kencana dengan harga tiket Rp.170.000 untuk kelas VIP.

Rasanya lelah sekali setelah melakukan pendakian Gunung Sindoro, kami hanya mengobrol sebentar lanjut istirahat.

Selasa, 31 Desember 2019, pukul setengah lima pagi kami sampai di Terminal Poris Plawad Tangerang. Di sini kami berpisah dengan Vania Lie karena beda arah, sedangkan Akin ikut ke rumah saya karena dia menitipkan motornya.

Itulah cerita kami ketika melakukan pendakian Gunung Sindoro. Kamu pernah melakukan pendakian Gunung Sindoro juga? yuk berbagi cerita dengan kubbers di kolom komentar.

 

Penulis : Rizki Halim
Penyunting : Antin Aprianti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here