Kulineran Santai Sekitaran Cihampelas Bandung

0
71

Ternyata jalan-jalan tanpa harus punya jadwal atau itinerary terlebih dulu itu asyik juga. Akhir bulan Januari lalu saya punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Bandung lagi sambil kulineran santai di sekitaran Cihampelas. Kebetulan ada acara keluarga, orang tua dan bulik-bulik serta om juga datang ke Bandung, jadi sekalian biar bisa silaturahim rame-rame. Nah, saya mau sedikit berbagi tentang kulineran santai yang saya jajal pas di sana.

Saya sebut kulineran santai karena lebih bebas untuk makan makanan apa, di mana, dan kapan. Sebetulnya kalau dengan persiapan  yang matang, pasti lah terencana juga jelajah kuliner ke tempat seperti yang direkomendasikan orang-orang, hehe. Tapi kali ini saya sengaja jalan-jalan tanpa itinerary yang jelas, biar bebas.

Sasaran kulineran santai ini memang di sekitar tempat saya menginap di daerah Cihampelas. Ada beberapa tempat makan yang saya singgahi. Bisa jadi beberapa kuliner yang saya makan ini memang tidak hits, tapi bagi saya tetap berkesan karena ya memang belum pernah coba sebelumya. Saya memang bukan lah pemburu makanan banget sih, yang jika ada kuliner yang hits mesti cepat-cepat cobain. Nah ini dia beberapa tempat makan yang saya coba.

  1. Iga Bakar Si Jangkung

Terletak di jalan Cipaganti No. 75G Pasteur, Sukajadi, Bandung, warung iga bakar ini lumayan mudah dijangkau. Hotel tempat saya menginap tak begitu jauh dari tempat ini. Siang itu lumayan terik. Saya yang mulai lapar pun berjalan kaki dari hotel di jalan Cihampelas, menyusuri jalan tembus menuju jalan Cipaganti. Sampai di warung iga, terlihat pelanggan lumayan ramai. Saya pun pesan iga sapi bakar, nasi putih dan es teh manis. Tak berapa lama pesanan datang. Iga bakar yang masih mengepul asapnya pun terhidang di meja. Aromanya enak sekali. Setelah menunggu asapnya agak hilang, saya pun mulai menyantapnya. Dagingnya empuk, bumbunya meresap. Sebagai orang Jawa yang suka manis, bagi saya rasa iganya masih kurang manis, hehe, jadi saya tambahin kecap deh. Daging iga disajikan dalam piring tembikar dari tanah liat, dengan bumbu yang ikut serta dibakar yaitu bawang goreng, cabe dan tomat.  Dimakan dengan nasi putih hangat plus irisan cabe, duh, nikmat banget, hehehe.

(Iga sapi bakar si Jangkung)

Iga sapi bakar ini selain enak, harganya juga terjangkau. Satu porsi iga bakar seharga Rp.35.000,-. Selain menu iga sapi bakar, ada juga iga kambing bakar, sop, sate,  nasi goreng, dan tongseng.  Harga menu-menu ini juga make sense kok. Wajib coba deh kalau belum pernah.

  1. Bakso Semar

Karena nggak mau menyia-nyiakan waktu di Bandung, sore harinya saya keluar cari udara segar dengan melihat sekitaran hotel siapa tahu nemu kuliner enak lagi, haha. Benar juga, lurus menyusuri jalan Cihampelas bawah, tempatnya di Jl. Cihampelas No. 68,  saya menemukan kedai bakso, Bakso Semar.  Daripada penasaran ya sudah lah mampir aja. Sore itu nggak begitu ramai. Ada berbagai menu bakso di sini. Nasi pun ada. Kalau mau mau makan bakso plus nasi biar kenyang maksimal pun bisa, haha.

Nah di sini , menu hits-nya adalah tulang rusuk. Saya pesan bakso urat spesial yang isinya bakso urat, tahu dan tulang rusuk, tanpa mie. Pas datang, takjub deh, mangkoknya penuuuh. Bakso ada di bagian bawah, sedangkan atasnya dipenuhi tulang rusuk. Disediakan 1 mangkok lagi untuk menampung tulang sisa makan tulang rusuknya.

(bakso tulang rusuk)

Menurut saya, kuah bakso ini seger dan sedap banget. Bakso uratnya juga enak. Memang kuahnya agak encer, tapi gurih. Rasa tulang rusuknya lumayan juga sih, agak kering dan nggak terlalu berbumbu, jadi saya makannya sambil menyendok kuah baksonya. Karena ini pula saya mesti nambah kuah karena kurang, hehe.

So far, memuaskan lah makan bakso ini. Soal harga, jangan khawatir, masih ok kok di kantong. Seporsi bakso tulang rusuk tadi harganya Rp. 26.000,- . Menu bakso lain juga sama, harganya berkisar 20 ribuan.

  1. Dessert di Mangkok Manis

Selesai makan bakso, waktu maghrib pun tiba. Saya memutuskan untuk tidak kembali ke hotel, tapi cari masjid terdekat. Agak blusukan sih, tapi akhirnya ketemu juga. Bukan apa-apa, biar merasakan aja shalat di salah satu masjid di daerah situ  dan  melihat bagaimana warga di daerah sekitar. Gaya ya … bukan pejabat lagi blusukan padahal. Ah sudahlah, ini tentang kuliner, bukan yang lain.

Malam hari rasanya kasihan perutnya kalau harus makan berat, karena sudah kenyang makan iga bakar dan bakso sebelumnya, haha. Oleh karena itu saya memilih untuk cari es krim aja buat camilan malam hehehe. Selain itu, memang mau cari tempat nongkrong sambil baca buku juga (kalau nggak malas).

Selesai shalat maghrib, kembali lagi ke jalan raya Cihampelas. Persis di seberang hotel ada tempat makan judulnya Mangkok Manis. Karena nggak tahu itu kedai apa, saya search di Google dulu. Ternyata Mangkok Manis memang kedai makanan pencuci mulut (dessert parlor) yang tentunya ada menu es krim. Ok lah, cuss. Kedai ini lumayan asyik tempatnya. Di luar ada beranda dengan lampu yang temaram, cocok buat bercengkerama dengan teman saat malam. Saya pilih duduk di dalam agar cukup mendapat penerangan untuk baca buku.

Ada beragam menu di Mangkok Manis baik makanan, minuman maupun dessert. Terdapat berbagai menu pilihan dessert, puding dengan toping es krim dan buah, donat dan croisant dengan campuran es krim, juga puding dengan pilihan menu toping modifikasi juga bisa. Malam itu saya order mango mochi dan cemilan tahu cabe garam.  Mango mochi berisi puding mangga dengan toping es krim vanila ditambah dengan irisan buah mangga, nata de coco, mutiara dari tepung tapioka, dan tentunya mochi. Seger banget rasanya. Tahu cabe garamnya juga enak, krispi dan gurih.

(Mango Mochi)

(Tahu Cabe Garam)

(Baca yang hanya pencitraan saja)

Tak berakhir di malam itu, esok lusa tepatnya sebelum meninggalkan Bandung, saya mengulang makan di Mangkok Manis. Karena nggak mau repot cari tempat makan lain sih sebenernya, hehe. Siang itu saya pesan nasi goreng Mangkok Manis, kwetiaw goreng plus dessert-nya saya pilih fruitarian.

(Nasi Goreng Mangkok Manis)

(Fruitarian)

(Kwetiaw super pedas)

Nasi gorengnya enak, bumbunya terasa, dan uniknya disajikan di dalam kelapa muda yang masih ada batoknya, dan bisa langsung dimakan bersamaan nasinya juga. Endess pokoknya ini. Sedangkan kwetiawnya juga sama enaknya. Tapi sayangnya agak pedas berlebihan, padahal saya nggak pesan yang pedas. Tapi enak semua pokoknya. Kalau dessert-nya, fruitarian itu isinya potongan buah kiwi, strawberry, peach, nata de coco, puding vanilla, plus es krim vanilla. Ini juga seger banget rasanya. Cocok semua deh di lidah saya. Hmm, kalau udah begini udah lupa sama timbangan yang bakal geser ke kanan jarumnya. Hehe bodo amat lah, pikirin entar haha.

(Interior Mangkok Manis)

Soal harga, ini dia daftar harga makanan yang saya makan di Mangkok Manis:

Mango Mochi: Rp. 28.000,-

Tahu Cabe Garam: Rp. 20.000,-

Nasi Goreng Mangkok Manis: Rp. 37.500,-

Kwetiaw Goreng: Rp. 27.000,-

Fruitarian: Rp. 25.000,-

So far, recommended lah tempat makan ini, makanannya enak, tempatnya nyaman, harga juga terjangkau.

Begitu lah petualangan kulineran santai saya di Cihampelas Bandung. Asyiknya sih semua kedai mudah dijangkau karena walking distance. Saya pun cukup puas bisa kulineran santai sambil menikmati udara kota Bandung yang sejuk banget. Segitu dulu ya, bye bye!

Link blog: http://setyodewi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here