KUBBU BPJ Menyusuri Jejak Cinta Dilan dan Milea

2
63
Rumah Dilan - kubbu.net
Rumah Dilan, apakah itu motor Dilan juga?

Dari Museum Hingga ke Alun-alun

Suasana kota kembang begitu cerah saat bus rombongan kami memasuki jantung kotanya. Hari ini Klub Blogger dan Buku Backpacker Jakarta mengadakan trip based on book Dilan 1991.

Tujuan pertama trip ini adalah Museum Geologi. Museum yang memuat banyak sekali perjalanan bumi dari jutaan tahun lalu. Selain melihat koleksi Museum Geologi, tentu saja kami juga tak melewatkan spot foto yang bagus dan berfoto bersama.

dilan 1 - kubbu.net
Foto bersama di depan Museum Geologi

Masih dari kawasan museum geologi, kami berjalan kaki menuju Gedung Sate dan makan siang di jalan kecil seberang Museum Geologi. Aneka makanan khas Bandung dijajakan di jalan ini, tinggal pilih saja mau yang mana.

Usai makan siang, perjalanan pun dilanjutkan menuju Museum Asia Afrika. Di museum ini, kami disambut dengan baik oleh para pemandu. Tak hanya diterangkan mengenai sejarah Konfrensi Asia-Afrika, kami juga diajak menyaksikan film dokumenter tentang perayaan konfrensi Asia-Afrika.

Gedung Merdeka - kubbu.net
Berfoto di depan Gedung Merdeka

Dari museum Asia-Afrika kami berjalan menuju Masjid Alun-alun Bandung. Ada yang sibuk berfoto, ada yang beribadah, ada yang makan bahkan berbelanja. Semua bebas beraktivitas di kawasan alun-alun hingga pukul empat tiga puluh sore, karena aktivitas lain sudah menunggu.

Bertemu Ayah Pidi Baiq di Kantin The Panas Dalam

Novel dan film Dilan yang kini tengah terkenal dan digandrungi tentu saja tak bisa dilepaskan dari sosok penulisnya, Pidi Baiq.

Selain main ke markas The Panas Dalam dan bertemu Pidi Baiq, kami juga menggelar diskusi tentang menulis bersama novelis kembar Eva Sri Rahayu serta Evi Sri Rezeki.

Acara diskusi berjalan seru karena dipandu mc yang selalu bersemangat yaitu Diah Sally. Eva dan Evi begitu menguasai tema seputar dunia menulis, dan mereka menceritakan pengalaman menulisnya dengan sangat lancar.

Setengah jam kemudian, Pidi Baiq pun bergabung dalam diskusi. Beliau terlihat santai. Setiap kata-kata dan nasehat yang diberikan oleh Pidi Baiq selalu disampaikan dengan gurauan. Jauh dari kesan menggurui dan merasa pintar sendiri.

Selama diskusi berjalan, peserta dapat menikmati aneka sajian masakan khas kantin The Panas Dalam. Nama menunya unik-unik, bodor khas urang sunda.

Malam makin larut, diskusi pun diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari Klub Blogger dan Buku untuk Eva dan Evi, serta ayah Pidi Baiq. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebelum kami meninggalkan kantin The Panas Dalam.

The Panas Dalam - kubbu.net
Keseruan Diskusi di Markas The Panas Dalam

Hari semakin malam, bus membawa kami ke Wisma PGRI untuk lanjut beristirahat.

Berburu Buku dan Kuliner di Palasari Bandung

Kawasan Palasari Bandung telah lama dikenal sebagai pusat pasar buku. Dari buku baru hingga buku lama pun bisa didapatkan di Palasari.

Wisma PGRI tempat kami menginap berada di kawasan Palasari, cukup berjalan selama lima menit maka kami akan tiba di Pasar Buku Palasari. Aktivitas peserta trip pagi itu adalah berburu buku dan sarapan khas Bandung. Ada bubur ayam dan mi kocok khas Bandung di Palasari yang sayang untuk dilewatkan.

SMA 20 Bandung, Manisnya Cinta SMA Dilan dan Milea

Pukul sepuluh pagi kami sudah bertolak dari penginapan menuju SMAN 20 Bandung. Sebuah sekolah dengan bangunan khas Belanda yang masih dilestarikan ini, menjadi saksi awal mula kisah cinta Milea dan Dilan.

SMA Dilan - kubbu.net
Sekolah Dilan dan Milea

Gedung ini juga yang dijadikan lokasi shooting film Dilan. Kami berkeliling area sekolah, masuk ke kelasnya Milea, dan juga menikmati rasanya jadi anak SMA lagi.

Tak jauh dari SMAN 20 Bandung, sebuah komplek perumahan klasik gaya Belanda juga dijadikan lokasi shooting rumah Dilan. Cukup berjalan kaki dari SMAN 20 sampailah kita di daerah Cihapit dan bisa berpose cantik di depan rumah Dilan.

Rumah Dilan - kubbu.net
Rumah Dilan, apakah itu motor Dilan juga?

Sampai Jumpa Lagi Bandung

Seharusnya masih ada satu destinasi lagi sebelum kami kembali ke Jakarta, yaitu berbelanja di Cihampelas. Namun kondisi Bandung yang macet membuat kami terpaksa membatalkannya, dan langsung pulang. Sampai jumpa lagi, Bandung. Sampai jumpa lagi di trip Klub Blogger dan Buku lainnya yang pasti berkesan.

Salam Membaca, Menulis, Menginspirasi.

 

 

Ditulis oleh: Yunita Tresnawati
Editor: Antin Aprianti

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here