KUBBU BPJ Menyusuri Jejak Cinta Dilan dan Milea

Rumah Dilan - kubbu.net
Rumah Dilan, apakah itu motor Dilan juga?

Dari Museum Hingga ke Alun-alun

Suasana kota kembang begitu cerah saat bus rombongan kami memasuki jantung kotanya. Hari ini Klub Blogger dan Buku Backpacker Jakarta mengadakan trip based on book Dilan 1991.

Tujuan pertama trip ini adalah Museum Geologi. Museum yang memuat banyak sekali perjalanan bumi dari jutaan tahun lalu. Selain melihat koleksi Museum Geologi, tentu saja kami juga tak melewatkan spot foto yang bagus dan berfoto bersama.

dilan 1 - kubbu.net
Foto bersama di depan Museum Geologi

Masih dari kawasan museum geologi, kami berjalan kaki menuju Gedung Sate dan makan siang di jalan kecil seberang Museum Geologi. Aneka makanan khas Bandung dijajakan di jalan ini, tinggal pilih saja mau yang mana.

Usai makan siang, perjalanan pun dilanjutkan menuju Museum Asia Afrika. Di museum ini, kami disambut dengan baik oleh para pemandu. Tak hanya diterangkan mengenai sejarah Konfrensi Asia-Afrika, kami juga diajak menyaksikan film dokumenter tentang perayaan konfrensi Asia-Afrika.

Gedung Merdeka - kubbu.net
Berfoto di depan Gedung Merdeka

Dari museum Asia-Afrika kami berjalan menuju Masjid Alun-alun Bandung. Ada yang sibuk berfoto, ada yang beribadah, ada yang makan bahkan berbelanja. Semua bebas beraktivitas di kawasan alun-alun hingga pukul empat tiga puluh sore, karena aktivitas lain sudah menunggu.

Bertemu Ayah Pidi Baiq di Kantin The Panas Dalam

Novel dan film Dilan yang kini tengah terkenal dan digandrungi tentu saja tak bisa dilepaskan dari sosok penulisnya, Pidi Baiq.

Selain main ke markas The Panas Dalam dan bertemu Pidi Baiq, kami juga menggelar diskusi tentang menulis bersama novelis kembar Eva Sri Rahayu serta Evi Sri Rezeki.

Acara diskusi berjalan seru karena dipandu mc yang selalu bersemangat yaitu Diah Sally. Eva dan Evi begitu menguasai tema seputar dunia menulis, dan mereka menceritakan pengalaman menulisnya dengan sangat lancar.

Setengah jam kemudian, Pidi Baiq pun bergabung dalam diskusi. Beliau terlihat santai. Setiap kata-kata dan nasehat yang diberikan oleh Pidi Baiq selalu disampaikan dengan gurauan. Jauh dari kesan menggurui dan merasa pintar sendiri.

Selama diskusi berjalan, peserta dapat menikmati aneka sajian masakan khas kantin The Panas Dalam. Nama menunya unik-unik, bodor khas urang sunda.

Malam makin larut, diskusi pun diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari Klub Blogger dan Buku untuk Eva dan Evi, serta ayah Pidi Baiq. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebelum kami meninggalkan kantin The Panas Dalam.

The Panas Dalam - kubbu.net
Keseruan Diskusi di Markas The Panas Dalam

Hari semakin malam, bus membawa kami ke Wisma PGRI untuk lanjut beristirahat.

Berburu Buku dan Kuliner di Palasari Bandung

Kawasan Palasari Bandung telah lama dikenal sebagai pusat pasar buku. Dari buku baru hingga buku lama pun bisa didapatkan di Palasari.

Wisma PGRI tempat kami menginap berada di kawasan Palasari, cukup berjalan selama lima menit maka kami akan tiba di Pasar Buku Palasari. Aktivitas peserta trip pagi itu adalah berburu buku dan sarapan khas Bandung. Ada bubur ayam dan mi kocok khas Bandung di Palasari yang sayang untuk dilewatkan.

SMA 20 Bandung, Manisnya Cinta SMA Dilan dan Milea

Pukul sepuluh pagi kami sudah bertolak dari penginapan menuju SMAN 20 Bandung. Sebuah sekolah dengan bangunan khas Belanda yang masih dilestarikan ini, menjadi saksi awal mula kisah cinta Milea dan Dilan.

SMA Dilan - kubbu.net
Sekolah Dilan dan Milea

Gedung ini juga yang dijadikan lokasi shooting film Dilan. Kami berkeliling area sekolah, masuk ke kelasnya Milea, dan juga menikmati rasanya jadi anak SMA lagi.

Tak jauh dari SMAN 20 Bandung, sebuah komplek perumahan klasik gaya Belanda juga dijadikan lokasi shooting rumah Dilan. Cukup berjalan kaki dari SMAN 20 sampailah kita di daerah Cihapit dan bisa berpose cantik di depan rumah Dilan.

Rumah Dilan - kubbu.net
Rumah Dilan, apakah itu motor Dilan juga?

Sampai Jumpa Lagi Bandung

Seharusnya masih ada satu destinasi lagi sebelum kami kembali ke Jakarta, yaitu berbelanja di Cihampelas. Namun kondisi Bandung yang macet membuat kami terpaksa membatalkannya, dan langsung pulang. Sampai jumpa lagi, Bandung. Sampai jumpa lagi di trip Klub Blogger dan Buku lainnya yang pasti berkesan.

Salam Membaca, Menulis, Menginspirasi.

 

 

Ditulis oleh: Yunita Tresnawati
Editor: Antin Aprianti

 

30 COMMENTS

  1. Keren ih, aku seneng banget bisa ikutan trip ini apalagi pas ketemu Ayah Pidi Baiq dan ke Palasari pagi-pagi… Sungguh berkesan. Terima kasih Kubbu.

  2. Ini pasti merupakan perjalanan yang seru yaa apalagi buat penikmat kisa Dilan dan Milea, hehe btw Dilan dan Milea itu beneran tokoh nyata ga sih?

  3. Aku baca novelnya dilan, tapi tidak nonton filmnya. Jadi tidak tahu visualnya, hanya imajinasi-imajinasi tentang suasana bandung tahun 90.
    Perjalanan yang seru, khususnya bagi para pencinta dilan dan milea. Atau mereka yang ingin mencoba menikmati bandung berdasarkan sebuah novel 😀

  4. Trip yang membahagiakan untuk kak yun, kesuksesan pelaksanaan nya dan kenangan indah yang kini menemani tidur panjang kak yun. Semoga asa kak yun yang belum terwujud di sini, akan di kabulkan Allah di Jannah nanti. Aamiin. Al Fatihah

  5. Setelah bulan lalu menuliskan tentang trip ini di blog sendiri, dan sekarang membaca lagi tentang trip ini dengan sudut pandang yang berbeda. Tak pernah bosan, yang ada aku makin rindu Kak Yun 😭😭

    Alfatihah untuk almarhumah Kak Yun

  6. Baca tulisan Kak Yun ini jadi ingetin aku sama Filmnya dan juga novelnya. Pasti seru banget deh trip ke tempat shooting Dilan. Ngebayangin klo aku di sana pasti setiap tempat bikin aku jd ingat setiap scene di filmnya

  7. Aku suka banget trip ini, awalnya ada kunjungan ke toko buku Kineruku juga. Aku udah seneng banget mau kesana, namun karena beberapa hal sehingga ga jadi.

    However, thank your for this awesome trip, guys! 🙂

  8. Kemarin baca perjalanan Dilan dan Minea versi Antin, sekarang versi kak Yun. Pasti beliau senang sekali melakukan perjanan ini bersama KUBBU.

  9. Trip BOB Dilan Milea versi Kak Yun ya.. Jadi terbayang serunya perjalanan karena Kak Yun orang yang sangat ceria.
    Btw, aku baca bukunya & nonton filmnya, tapi belum pernah mengunjungi tempat-tempat ini. Terima kasih Kak Yun atas tulisannya.

  10. aku sdh pernah di ceritain langsung mengenai trip ini sama alm.kak yun.
    dan baca langsung ini di blog bikin makin rindu sama beliau.
    sayang jadwal trip ini berbarengan sm acaraku waktu itu, padahal pas baca woro2 di rt sdh mau daftar.
    ditunggu bob selanjutnyaa yaa KUbbu

  11. seru ya bisa napak tilas cerita Dillan dan Milea yang pasti Bandung jmn dulu pasti beda dng jmn sekarang..sempat 3 thn di Bandung buat lanjut sekolah ..dimn udara pagi msh minus 0 dengan asap mengepul di mulut kalau bicara…sekarang Bandung sdh sama dng Jkt..waktu berubah cepat sekali..

  12. Sayang sekali saya tidak bisa ikut trip bob ini, selain tempat tempat yang dikunjungi juga menarik, seperti museum Geologi dan museum Asia Afrika.
    Ada sessi diskusi dengan penulis Pidi Baiq pula.
    Napak tilas di lokasi shooting Dilan dan Milea pasti menimbulkan kesan tersendiri buat peserta trip.

  13. Wahhh seru banget.. Sayang waktu itu gak bisa ikut. Rame banget lagi anak kubbu yg ikut. Selain liburan bisa belajar tentang dunia tulis menulis lsg sama pakarnya. Ditunggu ya trip lainnya yg based on book… Terus menginspirasi kubbu… RIP FOR THE LOVE ONE, KAK YUN 💚

  14. pertemuan pertama dan terakhir dengan ka yunita, chat pertama dan terakhir dengan ka yunita, tapi berulang kali melihat fotonya dihampir semua kegiatan kubbu….menyadarkan gue, betapa ka yun sangat berdedikasi, thus mengingatkan kita…untuk menghargai setiap moment yang kita miliki dengan siapapun, mengeksresikan rasa sayang dan hormat setiap ada kesempatan….semoga beliau tergolong orang yang beruntung…aamiin

    kalau kubbu bikin acara seperti inih lagi, insyaAllah pengen ikut

  15. Sweet banget tripnya, sambil bahas dilan dan milea yang bikin melting.
    Asli mupeng banget foto depan sekolahnya milea, jadi berasa SMA lagi. Uhuuuu

  16. Trip menyusuri jejak cinta dilan milea ini sungguh sangat berkesan. Happy banget juga aku pas ikut ini. Sarat banget sama ilmu dan nyenengin pokoknya. Banyak kenangannya baik selama perjalanan maupun pas di tempat yang dikunjungi. Banyak memori tentang trip ini. Memori akan seorang sahabat. Dan mengingatkan juga pada seseorang yang sangat berkesan ceritanya bagiku. Ah pokoknya it is such a wonderful trip!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here