#FinansialTalk : Generasi Milenial, Ayo Melek Finansial

1
97

Pada hari Minggu, tanggal 17 Februari 2019 KUBBU BPJ (Klub Blogger dan Buku Backpacker Jakarta) mengadakan kopdar bulanan kedua di tahun 2019. Bertempat di Gedung Perpusda Cikini yang berlokasi di komplek Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat, dengan Mengusung Tema “Generasi Milenial Ayo Atur Finansial”.

Ketertarikan kami dengan kehidupan generasi milenial yang tidak lepas dari gadget, shopping, nongkrong di kafe, serta traveling ke tempat-tempat hits dan istagramable. Semua itu dilakukan demi menunjukan eksistensi diri sebagai anak kekinian dan gaul.

Namun, ada beberapa hal yang sering dilupakan oleh generasi milenial yaitu arus pengeluaran mereka. Tanpa mereka sadari uang gajian sudah lenyap saja, tabungan yang adapun tidak seberapa. Bisa dibilang sebagian dari mereka berpenghasilan cukup bahkan di atas rata-rata, tapi pada kenyataannya penghasilan tersebut tidak berbekas sama sekali. Bisa dibilang gajian satu bulan hanya numpang lewat saja.

Beranjak dari gaya hidup generasi milenial yang cenderung boros, KUBBU tergerak untuk memberikan edukasi kepada generasi milenial, agar lebih memahami kondisi keuangan mereka melalui kopdar bulanan.

Acara ini dihadiri oleh 75 peserta, yang terdiri dari member BPJ (Backpacker Jakarta) dan non member. Acara dimulai pada pukul 09:00 WIB, dibuka oleh MC yaitu Kak Juna (anggota Kubbu dan warga BPJ RT 33).

Peserta Financial Talks mengisi form daftar aset dan daftar utang 1
Peserta Finansial Talk

Narasumber pada acara Finansial Talk kali ini adalah Bang Eka Muchlis S. Siregar sebagai finansial planner dan mentor praktisi keuangan, dan Mas Achi Hartoyo sebagai redaktur sharianews.com dan praktisi perbankan.

Acara dibuka dengan doa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang sudah menjadi ciri khas dalam setiap acara KUBBU BPJ. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari admin KUBBU yaitu Bang Eka Siregar.

Acara Finansial Talk ini dibagi menjadi 3 sesi utama, yaitu:

1. Finansial Check Up
2. Be Genius
3. Perencanaan Pensiun

1. Finansial Check Up

Teman-teman sudah pernah melakukan Finansial Check Up? kalau saya sih jujur saja belum pernah, makanya sangat tertarik pada waktu KUBBU akan mengadakan acara ini.

Ternyata, tidak hanya tubuh kita saja yang membutuhkan Check Up, Finansial juga loh. Mungkin beberapa dari kalian bertanya, “Kalau kita melakukan finansial check up, kita akan catat semua kebutuhan kita? Berarti itung-itungan dong? apa bedanya sama pelit?”.

Memang benar di finasial check up ini kita akan mencatat semua jumlah pengeluaran, jumlah tabungan serta aset, dan jumlah hutang kita. Melakukan hal itu semua bukan berarti pelit, tapi agar kita tahu bagaimana kondisi keuangan kita.

Apakah keuangan kita sehat, atau cukup sehat, atau malah butuh perbaikan dan tambahan. Bisa juga malah sekarat, dan benar-benar dalam kondisi kritis. Kalau sampai seperti ini, harus cepat-cepat dirawat loh.

Kita, sebagai generasi milenial harus melek finansial, agar liburan lancar, dan masa depan tidak suram. Gaul boleh, nongkrong cantik juga ayo tapi tetap harus ingat kondisi keuangan kita. Harus ingat juga untuk menyiapkan kebutuhan masa depan (tabungan).

“Semua orang suka berlibur, tapi banyak yang memaksakan liburan sampai berhutang sehingga fondasi keuangannya berantakan.” – Achi Hartoyo –

Bagaimana menurut kubbers tentang kutipan di atas? Kalau untuk saya, kutipan di atas cukup menyadarkan saya. Saya masih sering pengen liburan tipis-tipis, meskipun tidak sampai berhutang, tapi sering kali mengambil jatah tabungan yang seharusnya disimpan.

Jadi, langkah awal sebelum melakukan finansial check up adalah membuat catatan arus kas selama satu bulan. Ini termasuk pengeluaran sekecil apapun, seperti membeli permen misalnya.

Dengan mencatat arus kas, akan mempermudah kita untuk mengetahui seberapa besar pengeluran kita dalam satu bulan. Ke mana saja aliran gaji kita dalam satu bulan. Catatan arus kas ini akan mempermudah kita untuk budgeting kebutuhan dalam satu bulan ke depan.

Mas Achi mengajarMas Achi sedang menjelaskani praktik membuat finansial check up
Mas Achi mengajari praktik membuat finansial check up

Pada pembahasan finansial check up, peserta diminta untuk praktik langsung dengan menuliskan daftar aset yang dimiliki dan daftar hutang dari form yang sudah disediakan oleh panitia. Data yang telah dituliskan tadi menjadi indikator bagaimana kondisi kesehatan keuangan kita.

Apa Pentingnya Perencanaan Keuangan?

Setelah kita membuat Finansial Check Up bersama Mas Achi, kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya. “Apa sih pentingnya perencanaan keuangan?”

Setiap orang pasti menginginkan kehidupan hari tua yang nyaman, pendidikan terbaik untuk anak-anak, rumah dan kendaraan untuk keluarga. Untuk mendapatkan semua itu kita harus melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin.

Materi Perencanaan keuangan ini dihandel langsung oleh mentor keuangan KUBBU, Bang Eka Siregar. Sebelum membahas lebih lanjut tentang perencanaan keungan, alangkah lebih baiknya kita tahu dulu apa itu perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan adalah sebuah proses untuk merencanakan dan mengelola keuangan pribadi atau perorangan, memilih asuransi dan investasi yang tepat dan pemenuhan kebutuhan keuangan. Perencanaan keuangan adalah proses yang berkesinambungan, untuk itu kita harus melakukannya terus menerus sampai tujuan tersebut tercapai.

Tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam melakukan perencanaan keuangan:

  • Finansial Check Up
    Finasial check up adalah memeriksa kondisi keuangan dalam jangka waktu tertentu. Menghitung berapa jumlah aset yang dimiliki, dan berapa jumlah utang yang harus ditanggung. Apakah seimbang antara jumlah aset dan utang yang harus dibayar? Hal itu menunjukkan seberapa sehat konsisi keuangan kita.
  • Tentukan Tujuan
    Tahap selanjutnya menetukan tujuan. Bisa tujuan jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (1-5 tahun), dan jangka panjang lebih dari 5 tahun
  • Buat Anggaran
    Setelah mengetahui tujuan kita, lakukan budgeting (estimasi berapa anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut).
  • Implementasi
    Langkah ke empat adalah yang paling utama yaitu implementasi. Tanpa implementasi semua hal yang sudah kita susun hanya akan menjadi rencana saja.
  • Evaluasi
    Setelah diimplementasikan, kita harus melakukan evaluasi dari perencaan keuangan tersebut. Apakah masih relevan atau harus direvisi kembali.

2. Be Jenius

Pada Kegiatan finansial talk kali ini, KUBBU berkolaborasi dengan Jenius. Ada yang belum tahu tentang Jenius?

Jadi, Jenius merupakan produk perbankan dari Bank BTPN yang mengusung tema milenials sekali. Jenius menawarkan pembuatan rekening tanpa buku tabungan, dan sistem pembukuan bisa langsung melalui aplikasi ponse dengan berbagai fitur aplikasi yang sangat lengkap.

finansial talk kubbu
Mas Rizqi dari Jenius sedang menjelaskan produk Jenius

Di Jenius, teman-teman bisa mendapatkan 4 kartu yang berbeda-beda fungsi dalam satu nomor rekening. 4 Kartu tersebut adalah satu kartu utama yang umum teman-teman dapatkan ketika membuka rekening tabungan atau disebut m-card, dan 3 kartu lainnya satu buah E-card dan 2 buah X-card.

kartu jenius di finansial talk - kubbu
Empat jenis kartu Jenius

Untuk ketiga kartu tambahan tersebut, bisa difungsikan sesuai keinginan kita, dan diatur berapa batas limit dari kartu tersebut melalui aplikasi online di ponsel.

Selain itu, Jenius juga merupakan rekening yang tidak dikenakan biaya admin, tanpa biaya transfer, dan gratis tarik tunai di ATM bersama dan jaringan Prima. Salah satu keunggulan Jenius adalah satu no rekening bisa dibagi menjadi empat kartu.

3. Perencanaan Pensiun

Untuk dapat menikmati kehidupan di hari tua yang nyaman dan sejahtera, kita harus menerapkan kebiasaan baik dalam perencanaan keuangan. Kebiasaan baik seperti:

  1. Jalani hidup sesuai kemampuan (Butuh vs Mau).
  2. Mulai Menabung untuk masa depan.

Pintar mengontrol diri dalam membelanjakan uang sehingga tidak konsumtif dan terjebak cicilan utang yang berlebihan.

perencanaan dana pensiun - kubbu.net
Merencanakan dana pensiun bersama Bang Eka

Langkah mengelola keuangan dengan formula 60 – 40 :

  1. Tinggalkan kebiasaan buruk menabung dari sisa, sisihkan terlebih dahulu untuk menabung 10-20%.
  2. Cadangkan untuk melindungi diri dari berbagai musibah, buatlah proteksi musibah sampai dengan 10%.
  3. Sisakan dana pendidikan hingga 15%.
  4. Bayarlah terlebih dahulu segala cicilan dan pinjaman. Maximal pinjaman adalah 30% dari total pendapatan kita.
  5. Membayar segala kebutuhan rumah tangga, maksimal sebanyak 60% + cicilan.
  6. Selebihnya boleh digunakan untuk rekreasi atau liburan bersama keluarga.

Kenapa kita harus menyiapkan dana pensiun? Berikut beberapa faktanya:

  • Perlu dana untuk persiapan
  • Usia dan fisik tidak bisa berbohong
  • Produktivitas menurun
  • Tidak ada penghasilan diusia pensiun
  • Perlu disiapkan dari sekarang
  • Kegiatam pensiun berbeda setiap generasi
  • Ada inflasi

Bagaimana kaum milenial, masih bingung dengan perencanaan keuangan kalian?

Demikian sedikit ulasan mengenai acara seminar Finansial Talk bersama Klub Blogger dan Buku Backpacker Jakarta. Untuk kalian yang tidak sempat hadir bisa disimak keseruan acaranya di sosial media dan youtube chanel Kubbu ya 🙂

 

Ditulis oleh: Siti Muktianah 
Editor: Antin Aprianti

1 COMMENT

  1. Biar Tekor Asal Kesohor ya..
    Kalau jalan-jalan harus berhutang.

    Artikel yang bagus neh.
    Aku seh sudah lama sekali selalu setiap tahun buat anggaran sendiri untuk jangka pendek dan jangka panjang.

    General Chek Up Financial buat diri sendiri memang penting dan wajib seh. Seperti ulasan ini, sangat membantu sekali untuk kita lebih tau diri mau ngapain aja dengan keuangan yang kita miliki hehe..

    Tulisan yang bagus dan mengedukasi.

    Salam.
    Ratna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here