6 Buku Favorit di Tahun 2018 Versi Antin

0
57
buku terbaik 2018

Sedang baca buku apa minggu ini? kalau aku, sekarang lagi baca buku serinya Trinity yang berjudul The Naked Traveler. Konon, buku yang aku baca ini menjadi buku seri terakhir dari The Naked Traveler. Namun, kali ini aku nggak akan cerita tentang buku itu tapi aku ingin menceritakan 5 buku favorit aku di tahun 2018 dan ingin aku rekomendasikan untuk kubbers.

Di tahun 2018 aku nggak banyak baca buku, bahkan reading challenge yang aku buat di goodreads juga tidak tercapai. Alasanannya, selain sibuk dengan kerjaan dan asik ngoprek blog yang baru lahir, aku juga sempat ngalamin reading slump.

Dari sedikit buku yang sempat aku baca di tahun 2018, ada 6 buku yang terfavorit versi aku di tahun 2018. Mau tahu buku apa saja? Inilah 6 buku yang aku rekomendasikan untuk kalian baca.

1. The Architecture Of Love

The Architecture Of Love adalah buku pertama yang aku baca di awal tahun 2018. Buku karya Ika Natassa ini sudah menjadi incaran saya sejak lama, tapi baru sempat membacanya di awal tahun 2018.

Untuk kalian follower Ika Natassa dan sempat mengikuti pollstory di twitternya, pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan The Architecture Of Love. Untuk kalian yang ketinggalan cerita pollstory, aku akan ceritakan sedikit.

Jadi, cerita di buku The Architecture Of Love ini adalah cerita yang awalnya diceritakan oleh Ika Natassa di pollstory sekitar tahun 2015. Saat itu, twitter baru saja meluncurkan fitur barunya yaitu fitur polling. Kemudian twitter dan Ika Natassa bekerjasama membuat cerita seperti cerpen yang alur ceritanya ditentukan oleh polling pembaca setia di setiap akhir cerita.

Karena antusias pembaca begitu besar dengan cerita The Architecture Of Love dan ingin mengetahui akhir dari ceritanya, maka Ika Natassa membuatnya menjadi buku. Cerita di buku ini juga sama dengan cerita di pollstory, hanya saja ada beberapa yang ditambahkan dan tentu saja pembaca setia jadi tahu akhir dari cerita buku ini juga.

Kenapa buku ini menjadi buku favorit aku di tahun 2018?

Ntah kenapa, sejak mengikuti cerita di pollstory aku memang sudah suka dengan cerita The Architecture Of Love. Cerita tentang Raia dan River yang mempunyai masa lalu yang sama-sama kelam dan sulit dilupakan membawa mereka ke New York.

“Patah hati tidak akan pernah jadi lebih gampang walau sudah berkali-kali, tidak akan pernah jadi berkurang sakitnya” – Hal. 225

Raia, seorang penulis muda yang kehilangan muse setelah bercerai dengan suaminya. Selama dua tahun mengalami writing block sampai akhirnya pergi ke New York untuk mencari inspirasi dan melupakan semua kenangannya bersama mantan suami.

Sedangkan River, seorang arsitek yang pendiam dan misterius pun memiliki masa lalu yang ingin dia lupakan.

Pertemuan tidak sengaja Raia dan River merubah segalanya. Lambat laun mereka saling menyembuhkan luka satu sama lain.

Membaca buku The Architecture Of Love membuat aku membayangkan setiap sudut kota New York. Ika Natassa menggambarkan setiap tempat di New Yor dengan begitu detail, seolah aku ada di tempat itu juga.

Menuruku, Ika Natassa memang selalu juara ketika menggambarkan tempat dan tokoh dalam bukunya dengan begitu sempurna. Aku seolah bisa membayangkan seperti apa tokoh yang ada di bukunya dengan jelas. Bukan hanya itu saja, pekerjaan para tokoh di buku ini juga digambarkan dengan sangat jelas. Aku jadi tahu gimana sulitnya seorang penulis ketika writing blok.

Untuk Kubbers yang penasaran dengan buku The Architecture Of Love, Kubbers bisa cek di toko buku kesayangan kalian atau membaca ulasan lengkapnya di diantin.com

2. Persona

Persona bercerita tentang Azura yang merasa hidupnya berantakan. Pertengkaran orang tua dan tidak punya teman membuat Azura sering kali mengores lengannya dengan cutter.

Sampai suatu waktu ada anak baru di sekolah Azura yang bernama Altair. Awalnya Azura tidak menerima baik Altair karena dia terbiasa menyendiri, tidak heran jika teman-temannya mengganggap Azura aneh. Namun seiring waktu, Azura dan Altair menjadi dekat dan berteman baik.

Ketika Azura mulai merasa mempunyai teman dan bisa mengacuhkan semua masalah Ayah dan Ibunya di rumah, Altair tiba-tiba menghilang.

“Kau tidak pernah nyata, kau tidak pernah ada, kau bahkan tidak pernah benar-benar datang” – Hal. 229 –

Sekian tahun Azura mencoba melupakan Altair, sosok yang bersemayan di hatinya sejak masa SMA tapi seolah percuma. Sampai suatu saat Azura diingatkan oleh orang-orang terdekatnya jika sosok Altair tidak pernah ada.

Buku ini tuh sangat juara dalam mengaduk-aduk perasaan. Aku ikut merasakan bagaimana sedihnya dikucilkan teman dan di rumah masih harus menghadapi orangtua yang selalu bertengkar. Hidup yang rumit untuk anak SMA tapi Azura sosok yang luar biasa, dan tak kalah juara adalah sosok Altair yang misterius.

Untuk kubbers yang penasaran dengan buku Persona dan ingin membelinya. Aku kasih tahu sedikit informasi tentang buku ini. Persona merupakan karya dari Fakhrisina Amalia yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2016.

3. Welcome Home Rain

“Ghi tidak membenci hujan, ia hanya kesal karena kenangan itu akan selalu mengekor ketika titik-titik air menjejak tanah”

Ghi tidak mau lagi menyanyikan lagu Welcome Home, Rain, lagu duet ciptaan Kei. Sejak pemuda itu memergoki Kei keluar dari kamar hotel dengan bos perusahaan rekaman terkenal, ia tidak lagi mau berhubungan dengan segala hal tentang gadis yang menjadi kekasih sekaligus pasangan duetnya. Toh, job menyanyi masih mengalir deras untuk Ghi yang sudah lebih dulu tenar dan dipuja banyak orang.

Namun bagi Kei, skandal itu menutup pintu mimpinya. Bermain piano dan menyanyi tidak lagi dapat dilakukan tampa menghadirkan perih di hati. Bahkan omelan Mama yang setiap hari mengisi hari-hari mereka dalam kemiskinan setelah Papa bunuh diri tak mampu memaksanya kembali ke dunia musik.

Konflik bermula dari skandal itu, satu per satu konflik di buku ini dijabarkan dengan sangat rapi. Buku yang sangat luar biasa, menjabarkan beberapa isu menarik dengan cara penyelesaian yang runut.

Bukan hanya konflik dengan pacar, tapi juga dengan teman dan orangtua. Sungguh konflik yang rumit tapi membuat penasaran. Bahkan di beberapa bagian ada cerita yang sangat menguras emosi, tanpa sadar aku menitikan air mata.

“Kamu tahu apa bedanya mimpi dan ambisi, Ghi?”

Ghi tidak menyahut, tidak pula menggerakkan kepala. Ia menunggu

“Mimpi, kamu yang mengejar. Sementara ambisi, kamu yang dikejar. Mimpi, cita-cita itu tidak akan pernah lenyap, bisa kita gapai kapan pun kita mau selama kita berusaha. Tidak peduli hari ini, besok, ataupun lusa. Mimpi juga tidak akan membuatku kehilangan hal-hal yang sangat berarti selama aku mengejarnya. Mimpiku, cita-citaku, semua masih ada, Ghi. Walaupun sementara kukorbankan untuk Mama, keluargaku satu-satunya”

4. Resign!

Resign! adalah buku terreceh yang aku baca di tahun 2018, tapi recehnya buku ini tuh beda dan tetap berkelas. Awalnya, aku penasaran kenapa sih buku ini rame banget di goodreads dan banyak yang review harus baca buku ini. Aku yang lemah dengan godaan dan rasa penasaran, tanpa sadar memasukan buku ini ke keranjang belanjaan.

Ketika buku Resign! sampai di tangan, rasanya tak sabar untuk membacanya. Benar saja apa yang dibicarakan orang-orang, buku ini seru dan sangat menghibur.

Sebelumnya aku sempat berpikiran kalau buku ini akan bercerita tentang cara resign yang baik atau tips untuk resign. Ternyata aku salah, buku ini sungguh hiburan di saat penat dengan kerjaan di kantor.

Jadi, buku ini bercerita tentang kompetisi sengit di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Pesertanya adalah para cungpet, alias kacung kampret. Yang mereka incar bukanlah penghargaan sebagai pegawai terbaik, jabatan tertinggi, atau bonus terbesar, melainkan memenangkan taruhan untuk segera resign.

Sebagai pekerja kantoran, ketika membaca buku ini aku merasa seperti kehidupan sehari-hari saat di kantor. Ngerumpi di WhatsApp grup, makan siang bersama, kesal kerena pekerjaan tidak selesai-selesai dan kemauan bos yang ada-ada saja.

Kelakuan para cungpet dalam aksi melawan Bos Tigran di buku ini sungguh rame dan menghibur. Ketika membaca buku ini aku sempat tak rela untuk melepaskannya, seperti tak rela jika buku ini sudah selesai aku baca.

Cerita yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat buku ini sangat ringan dan cepat dilahap. Membaca buku ini bisa habis dalam hitungan jam loh. Almira Bastari sangat pintar membuat cerita yang rame tapi tetap berkelas.

5. Terusir

Ketidaksengajaan membawa aku untuk membaca buku Terusir. Buku ini merupakan buku Hamka yang pertama kali aku baca. Buku-buku Hamka yang terkenal berat membuat aku mundur teratur untuk membacanya, tapi lain dengan buku ini.

Terusir buku yang terbilang tipis dengan alur ceritanya yang masih mudah dipahami. Membaca buku ini tidak butuh waktu lama, bisa diselesaikan dalam hitungan jam.

Di awal cerita aku membaca sebuah surat dari sang istri untuk suaminya. Awalnya sempat bingung dan masih kurang pahan dengan pembukaan cerita di buku ini, tapi rasa penasaran membawa aku membalik tiap lembarnya.

Tanpa sadar aku menikmati alur cerita maju mundur yang diceritakan di buku ini. Jika dibandingkan dengan 5 buku lainnya yang aku rekomendasikan, buku inilah yang paling menguras emosi. Kesal, marah dan air mata sulit untuk dibendung.

Sosok istri yang diceritakan di buku ini bernasib kurang beruntung, cobaan yang diterimanya secara bertubi-tubi mengiris-ngiris hatiku. Bagaimana tidak, sosok perempuan bisa mengalami hal-hal buruk sepanjang hidupnya hanya karena difitnah dan sang suami tidak mempercayainya.

Sepanjang membaca buku ini aku tak kuat menahan tangis, sekaligus kesal dengan sosok suaminya. Kalian para perempuan harus baca buku ini, dan saran aku jangan membaca di tempat umum ya karena aku yakin kalian juga tidak akan sanggup manahan tangis.

6. Cantik Itu Luka

Buku favorit aku yang terakhir di tahun 2018 adalah Cantik Itu Luka. Buku ini juga yang membuat aku suka dengan cara bercerita Eka Kurniawan, sampai akhirnya aku membeli beberapa judul buku karya Eka Kurniawan yang lainnya juga.

Untuk sebagian orang buku ini terlalu berat karena terlalu banyak tokoh dan konflik yang memusingkan, tapi ntah kenapa aku suka dengan buku ini. Untuk aku banyaknya tokoh dan rumitnya konflik yang ada di buku ini membuat nagih, aku selalu nggak sabar untuk membalik tiap lembarnya.

Buku ini bercerita tentang di akhir masa kolonial ada seorang perempuan bernama Dewi Ayu yang dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik. Ketika mengandung anak yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama Si Cantik.

Masa kekuasaan Belanda, kekejian Jepang sampai Kemerdekaan Republik Indonesia diceritakan di buku ini dengan cara yang menyenangkan dan tidak membuat bosan.

Hanya saja, buku ini sebaiknya tidak dibaca oleh anak di bawah umur karena banyak cerita orang dewasa yang diceritakan sangat jelas di buku ini. Terlepas dari itu, Eka Kurniawan selalu pintar mengangkat isu dan menyindir secara halus. Aku merasakan hal ini setelah membaca beberapa bukunya yang lain.

***

Sepertinya aku sudah sangat panjang bercerita tentang buku yang dibaca dan menjadi favorit aku di tahun 2018. Itulah 6 buku favorit di tahun 2018 versi aku, kalau buku favorit kalian di tahun 2018 buku apa? Coba sharing di kolom komentar, siapa tahu saja aku belum pernah membacanya dan tertarik untuk membacanya di tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here